Jumat, 15 Februari 2019

pengalaman.sepakbolaku.di.alzaytun

hello warganet ter... ter... teerrr....

   Apa kabar kalian semua ? semoga selalu baik dan bahagia. Saya disini akan memperkenalkan diri saya dan akan menceritakan pengalaman perjalanan hidup saya. Ibnu Adri Al Ghifari itu adalah nama pemberian orang paling saya cintai sampai sekarang yaitu orang tua saya. Saya lahir di Paris van Java 16 November 1999. Disini saya akan menceritakan hobi yang merangkap juga sebagai cita-cita saya. Ketika saya kecil saya sangat ingin dan suka sekali dengan tentara. Kenapa saya suka tentara ? Karena menjadi tentara itu terlihat sangat menyenangkan disitu tentara dapat dengan mudah dapat menembak orang dengan "sesuka hati" mereka. Saya berpikir seperti itu karena saya sering menonton film RAMBO ketika kecil hehehe. Namun ambisiku untuk menjadi seorang tentara berubah ketika kakekku mengajak aku nonton Piala Dunia 2004. Ketika itu yang bermain negara Korea, entah apa yang saya pikirkan saat pertama kali melihat pertandingan sepakbola yang sesungguhnya dan disitu saya langsung merasakan "jatuh cinta pada pandangan pertama" hehe. Kelas 1 SD saya mulai mengikuti  sekolah sepak bola atau yang sering disebut SSB di Kabupaten Bandung yaitu bernama AC-GARIS, pada saat itu pemain yang saya kagumi adalah KAKA. Dari tahun ke tahun keahlian aku dalam mengolah bola bundar semakin mahir. Saya ikut SSB di Bandung sampai kelas 3. Karena dari kelas 4 saya mulai pindah sekolah ke AL-ZAYTUN. Disinilah saya memulai hal yang baru dari sekolah maupun sepakbola. Dari hari ke hari, pekan ke pekan, bulan ke bulan, tahun ke tahun saya tetap berlatih dan belajar sepakbola di AL-ZAYTUN. 

   Pengalaman yang tak akan pernah saya lupakan tentang sepakbola di AL-ZAYTUN adalah ketika ajang turnamen Liga Pendidikan Indonesia atau sering disebut LPI. Saya mulai ikut LPI itu ketika MTs kelas 8, saat itu saya masuk sebagai tim LPI MTs . Namun ketika LPI pertamaku ini pada tahun 2013, aku belum dapat membawa kemenangan untuk AL-ZAYTUN, kami hanya mendapatkan juara kedua. 2013 pun berlalu. Datanglah 2014 dan aku sudah kelas 9, tahun inipun aku masih dipercaya oleh pelatih untuk menjadi bagian dari tim LPI MTs AL-ZAYTUN. Akan tetapi pada tahun inipun aku masih belum bisa membawa AL-ZAYTUN sebagai juara, aku sangat merasa sedih dan kecewa selama 2 tahun ini karena apa yang ingin aku gapai belum tercapai juga.

   2015 aku berubah status, yang tadinya MTs menjadi MA. Ketika MA pun aku masih sekolah di AL-ZAYTUN. Ketika Aliyah saya masih dipercaya oleh pelatih untuk memperkuat tim MA AL-ZAYTUN. Pada saat Aliyah ini akhir dari turnamen sangat berbeda sekali, karena disini saya membawa tim AL-ZAYTUN sebagai JUARA 1 LPI MADRASAH ALIYAH. Pada turnamen tahun ini saya menyumbang 6 gol dari 4 pertandingan untuk AL-ZAYTUN. 



   Sekarang saya berumur 19 tahun, sedang melanjutkan pendidikan di IAI AL-AZIS dan saya masih dan akan selalu bermain sepakbola.




   Kesan saya selama kuliah di IAI AL-AZIS, merasa sangat nyaman dan menyenangkan dan pesan saya marilah kita sama-sama kuliah di IAI AL-AZIS, karena menurut saya disini adalah tempat yang sangat mulia dan baik.